Sabtu, 15 Desember 2012

CASUAL SPACE: ACER yang mengerti anda

http://www.acerid.com/tag/acer-indonesia/

ACER yang mengerti anda






Notebook pertama yang saya miliki kala itu masuk dalam kategori barang spesial buat saya karena untuk memilikinya, dibutuhkan pengorbanan yang besar dan berbagai pertimbangan sebelum memutuskan merek apa yang akan dibeli. Untuk dapat duduk di meja kerja saya, notebook itu harus masuk dalam kategori pembelian kredit dalam kurun waktu 1 tahun.

Diantara berbagai merek dengan harga yang bervariasi saya memutuskan untuk membeli notebook acer. Karena belum mengerti apa-apa mengenai marketing, saya tidak mempersoalkan alasan mengapa saya membeli acer, saya menganggap hal itu adalah alamiah. Tiga tahun lebih kemudian saya berniat mengganti notebook saya dengan ukuran yang lebih besar dan kemampuan yang lebih baik, namun oleh seorang kawan, saya di tawari laptop bekas miliknya yang masih memiliki kondisi sangat layak dengan merek yang sama, ACER “lagi”. Merek yang sama tapi dengan kesimpulan yang berbeda, itu bukan suatu kebetulan.

Disaat yang sama saya baru saja bertemu dan berbincang lama dengan salah seorang sales wilayah ACER dan mengatakan bahwa mereka telah mengklaim diri sebagai pemimpin pasar untuk pasar computer jinjing di Indonesia, tidak terkecuali Sulawesi Tenggara dengan competitor terdekat saat ini adalah TOSHIBA dan ASUS dan klaim itu diperkuat oleh hasil survey dari international data corporation (IDC). Hasil yang wajar mengingat keseriusan dan kerja keras ACER dalam menggarap pasar di Indonesia.

Produk yang mengerti anda

Untuk di Sulawesi Tenggara, ACER adalah produsen laptop pertama yang mengirimkan salesnya yang berjumlah 1 orang bertugas untuk melaporkan penjualan, mengawasi pergerakan competitor, melaporkan perilaku konsumen penikmat teknologi dan berbagai kegiatan riset pemasaran lainnya. ACER mengerti betul tentang kondisi medan perang nya di Indonesia ini yang dari sisi geografis, demografis bahan geodemografis sangat majemuk, untuk itu pendekatan per wilayah sangat di perhatikan, hasil laporan dari sales area yang dikirim dalam format riset yang sudah di tentukan oleh ACER Indonesia kemudian di kaji ebih lanjut oleh departemen riset dan pengembangan yang telah melakukan kontrak kerja sama dengan ACER Indonesia, kemudian hasil riset dari berbagai daerah tersebut di korelasikan untuk menarik kesimpulan tentang pola perilaku konsumen utamanya.

Seperti ketika ACER meluncurkan notebook seri tipis yaitu Aspire seri S5, M5, dan V5 yang sering disebut sebagai “Slim Family”. Aspire S5 adalah Ultrabook seri teratas dari Acer yang memiliki tubuh sangat ramping. Tebalnya hanya 15 mm sehingga dinobatkan sebagai laptop tertipis di dunia pada acara Consumer Electronic Show di Las Vegas, Januari lalu. Ultrabook ini menggunakan prosesor Core-i generasi ketiga dari Intel yang populer dipanggil "Ivy Bridge". Untuk mencapai performa maksimum, S5 pun dibekali dengan SSD hingga 2 buah. Oleh Acer, S5 ditargetkan untuk kalangan eksekutif dan konsumen kelas atas dengan banderol sekitaran 15 jutaan. Untuk seri M5 dengan daya tahan baterai yang tahan lama dan pemroses grafis terpisah berupa NVIDIA GeForce GT640M diperuntukkan bagi mereka yang sering berinteraksi dengan grafis dan membutuhkan performa yang tinggi, banderol 8 jutaan dan terakhir V5 untuk pelajar dan mahasiswa dengan kisaran 5 jutaan.

Peluncuran secara simultan seri notebook tipis dengan sasaran multi segmen dengan harga yang afforadable dapat di katakan adalah sebuah strategi yang lahir dari matang nya sebuah riset. Untuk konsumen laptop khususnya Indonesia, sejatinya komputer jinjing yang tipis merupakan sebuah harga mati. Dengan kondisi tubuh yang lebih kecil dari rata-rata orang di dunia dan mobilitas tinggi tiga segmen tadi yaitu eksekutif, profesionalis dan pelajar yang merupakan tiga target pasar terbesar. Laptop yang ringan tapi memiliki kemampuan yang mumpuni merupakan jawaban dari keinginan mereka, dan keinginan tersebut dapat di akomodir oleh ACER melalui riset pelanggan yang berkesinambungan.

Selain kerjasama dengan lembaga riset penjualan dan pelanggan tersebut, ACER Indonesia juga meng – outsourcing kan tentang pendistribusian produk nya dan tidak terlalu mencampuri urusan tentang pendistribusian dan penjualan tersebut. Dan salah satu mitra yang paling diperhatikan adalah pemasok dalam hal ini intel dan microsoft, ACER selalu mengeluarkan produk fresh yang selalu mendukung dan kompatibel dengan produk baru yang dikeluarkan oleh kedua vendor tersebut seperti ketika Microsoft merilis windows 8 maka acer langsung merilis ICONIA W510 sebuah tablet yang dapat menyuguhkan keunggulan OS baru tersebut. Kerjasama dengan lembaga-lembaga itu sering disebut Chanel Bussiness Model.

Yah, mengapa ACER seri aspire4743 ini nangkring di meja saya, buka suatu kebetulan. Bagaimana dengan produk anda?

Rabu, 05 Desember 2012

Costumer Service yang always Ready and Always Finding




sumber : best-photography-courses.com

Salah satu hal yang paling membahagiakan bagi orang tua adalah melihat foto anaknya dalam moment kesuksesan. Begitu juga pada saat saya di perintah ibu agar cepat-cepat mengambil cetakan foto wisuda saya disalah satu foto studio Kota Kendari. Tiara foto Kendari adalah salah satu foto studio dengan Brand Aware terbaik karena harganya yang di bawah rata-rata, karena untuk “Jepret” nya (pengambilan gambar) tidak dikenakan biaya, cukup membayar biaya pencucian foto saja.
Apa yang telah dilakukan oleh tiara foto merupakan strategi pemasaran yang baik, strategi yang merupakan hasil pengamatan dan penyesuaian terhadap pola perilaku konsumen dan kemajuan teknologi informasi. Pola perilaku yang dimaksud adalah makin banyaknya anak muda yang ternyata merupakan salah satu kelompok umur terbanyak yang keluar masuk foto studio telah banyak memiliki sendiri kamera dengan spesifikasi tidak kalah dengan yang dimiliki foto studio, soal pencahayaan dapat di mainkan di software editing hingga akan menghasilkan kualitas gambar yang baik. Ini ditandai dengan terbentuknya komunitas fotogarafi anak muda di Kota Lulo. Kemajuan teknologi informasi dengan media social sebagai senjata utamanya ikut mempengaruhi perilaku lewat pertukaran informasi mengenai spesifikasi kamera dan trik khusus pengambilan dan editing foto. Sehingga yang akan membedakan konsumen dengan studio foto hanya pada alat cetak.
Setelah konfirmasi kepada sang pengambil gambar di lantai dua, saya di arahkan untuk mengambil foto dan file berupa keeping CD di lantai bawah, begitu turun tangga saya  melihat papan petunjuk yang mengarahkan tempat pengambilan foto di bagian belakang, waow tata letak toko yang tidak biasa, nyaman dan memudahkan dengan beberapa kursi alumunium untuk yang akan menunggu hasil cetakannya. Setelah mengambil hasil cetakan foto dengan membayar dengan harga yang melegakan, saya kemudian diarahkan untuk mengambil file CD ke costumer service yang di depan toko sambil diberikan tanda bukti pengambilannya. Setelah ke depan saya kemudian agak bingung, ada empat gadis yang sedang mengerjakan editing foto dengan masing-masing pelanggan disampingnya dan tidak mungkin untuk di ganggu dan di tengah ada meja costumer service yang kosong. Saya duduk sambil menunggu dan cukup lama, hingga hampir kesal. Tiba-tiba saya dihampiri seseorang yang bertanya “ada apa bos?”, sambil agak bingung saya kemudian sadar bahwa dia adalah sang costumer service yang mirip costumer. “saya minta CD mas, sambil menyerahkan tanda bukti pengambilannya.
Menurut saya strategi harga dan penyusunan tata letak toko di tiara foto adalah sebuah strategi yang cerdas dan merupakan salah satu pelopor dalam penerapan strategi di bidang bisnis cetak foto. Usaha itu kemudian membawa  nama tiara foto dikenal dimana-dimana, saya sendiri mengenal nya melalui work of mouth, namun yang menjadi point penting bahwa bisnis cetak foto ini sesungguhnya adalah salah satu bisnis dimana interaksi antara produsen dan konsumen sangat tinggi. Ketika ingin mengedit foto, konsumen dengan berapi-api mengikuti dan menunggui secara seksama proses pengeditan foto, tidak jarang ada sebagian yang bertingkah sedikit menyebalkan. Begitu juga ketika dalam sesi pengambilan gambar, interaksi dua arah kerap terjadi, ketika fotografer mengarahkan terkadang costumer memberi pendapat terakait keinginan mereka dan sebagian agak sulit mendemostrasikan instruksi fotografer. Hal yang sama juga terjadi pada tempat pegambilan foto dan CD juga penjualan aksesoris lainnya yang membutuhkan perhatian lebih oleh pengelola. Costumer service yang selalu tersedia dan gampang di ketemukan oleh pelanggan dengan kemampuan komunikasi yang baik akan makin membantu citra tiara foto studio sebagai foto studio paling handal di Kendari, oleh karena itu selain melatih kemampuan komunikasi Costumer Service, pemberian ID card atau seragam khusus merupakan hal yang harus diperhatikan pengelola tiara foto. Agar ujung tombak bisnis anda always on and always finding.

Kamis, 22 November 2012


Tuhan!! Jagalah orang-orang hebat itu..


Setelah tamat dari kuliah, seorang mahasiswa jurusan ekonomi manajemen pasti memimpikan untuk menjadi seorang owner bisnis tidak terkecuali saya. Meskipun saat ini telah mempunyai kerja dengan income yang pas untuk anak muda seukuran saya dan di kota saya, namun passion yang tidak pas menginginkan saya untuk resign dari pekerjaan saya ini.

Di antara sekian banyak rencana bisnis yang ada, prioritas jatuh pada bisnis virtual atau lebih tepatnya untuk membuat web direktori yang pada akhirnya akan menjadi konsultan pemasaran nomor 1 di Kota saya. Saya tau bahwa tantangan yang paling berat yang pertama di hadapi adalah komitmen dan dedikasi  terhadap cita-cita itu. Saya ingin membuat web direktori Kota Kendari yang didalamnya terdapat ulasan marketing untuk usaha kelas kecil, menengah dan atas yang pastinya untuk awalnya saya berikan gratis dan manuver-manuver lainnya dengan asas kerja bakti. Untuk membuatnya sangat baik, saya harus all out dan sepertinya harus mengorbankan pekerjaan lama, mengorbankan income yang cukup nyaman.

Untungnya Di tempat saya bekerja yang merupakan instansi pemerintah saya memiliki seorang sahabat muda yang punya semangat dan mimpi besar, dia selalu mengatakan”jangan mengukur segala sesuatu berdasarkan uang, meskipun penting, jangan takut bermimpi besar”. Dan saya begitu yakin apa yang menjadi cita-citanya akan terwujud, karena yang ia katakan adalah apa yang ia lakukan. Kemudian, atasan langsung saya, yang sebelum memutuskan mengabdi untuk bangsa adalah seorang marketing eksekutif di United Tracktor Indonesia. Karena tahu saya kuliah di ekonomi, dia sering sharing tentang marketing lalu menyodorkan sebuah buku karangan HK dkk yang berjudul  “36 kasus pemasaran asli Indonesia”, dan buku lain tentang atau ditulis oleh orang-orang hebat lainnya, sejak saat itu kecintaan saya kepada pemasaran tumbuh dan saya bangga tidak salah pilih fakultas untuk kuliah. Dia yang juga mentor saya selalu berkata “teruslah belajar”. Dan dia pun melakukan apa yang dikatakannya.

Sebelum menulis ini, saya bertemu seorang kenalan yang “sudah” menjalankan online news miiknya, juga seorang anak ekonomi yang setuju bahwa profit nomor dua, dia mempunyai semangat berbagi yang tinggi dan sekali lagi membuat saya tersenyum dalam hati. Sepulangnya dirumah, saya bertemu ibu saya juga sebelum menulis ini, yang kemarin paginya wanita bersia 45 tahun ini yang merupakan pensiunan swasta dan seorang single parents dengan semangat nya mempresentaskan proposal bisnisnya kepada saya. Betul-betul semangat yang luar biasa.

Syukurlah dalam masa yang bayak orang katakan jaman edan ini harapan akan sebuah kebaikan masih ada. Ibu saya, sahabat kantor saya, atasan langsung saya, owner news online itu, orang-orang yang saya berinteraksi dengannya lewat tulisan dan kisah hidup mereka, pak Hermawan K, Pak Dahlan Iskan, Pak Jokowi dan orang hebat lainnya yang tidak dapat saya sebutkan. Dengan maksud tidak mengkultuskan mereka karena tidak ada manusia sempurna di dunia, tapi semangat mereka setidaknya memberikan inspirasi dan harapan positif bagi kami yang muda-muda ini untuk membanggakan bangsa kita dan yakin akan ada di suatu hari dimana bangsa kita akan meraih kejayaan. Semoga tuhan selalu menjaga mereka dan diberi kebaikan.

"Artikel ini dalam rangka Lomba Blogging Marketeers"


Jumat, 12 Oktober 2012


Ketika Blackberry menggaji anda!!



1 menit sesudah kontak mata dengan tulisan Bapak Hermawan Kartajaya  #48. Jualan Baju di BlackBerry di kolom situs the marketeers. Saya bermaksud menulis dengan tema yang sama dengan alasan selain karena saya juga menjual barang dengan blackberry tetapi karena saya seorang mahasiswa manajemen yang mencintai marketing dan gatal ingin menyampaikan pendapat dengan bahasa yang lebih kedaerahan untuk teman penjual online yang di daerah.

di antara 200 an lebih kontak blackberry messenger saya, ada 24 kontak yang Display Picture nya jualan melulu dan 6 contact yang berjualan di wilayah yang sama dengan saya, Kota Lulo Kendari. Khusus yang berjualan di Kota Kendari, barang dagangannya berturut-turut kacamata, jam tangan, pakaian khusus wanita, pakaian cowok dan saya sendiri sepatu. Dan saya usia jualan saya adalah yang termuda.

Setelah menjalani profesi ini sekitar 3 bulan lamanya, dengan kadang bertukar curhatan dengan sesama penjual online, maka kemudian dapat saya utarakan beberapa fakta menarik tentang penjualan via blackberry  khusus nya di kota Kendari ku ini :
  1. Bila pintar mengelola keuntungan penjualan, Income perbulan dari penjualan online ini dapat melebihi upah minimum regional Sulawesi Tenggara tahun 2012 yang berjumlah sekitar sejuta lebih.
Entah apapun jenis dagangannya, baik kacamata sampai sepatu range harganya antara Rp.150.000 sampai Rp.1.000.000 (kalau jam tangan). Rata-rata dari kami mengambil keuntungan 10% s/d 100%. Atau lebih mudahnya Rp. 15.000----Rp.50.000. jika dalam sehari saja, minimal 1 Pcs yang laku dengan margin Rp. 50.000. maka dalam sebulan pendapatannya bisa sampai Rp. 1.500.000,-(lumayan).
  1. Konsumen produk online, lebih menyukai atau bahkan mempercayai penjual yang konsisten pada satu jenis produk.
Waktu pertama nimbrung sebagai penjual online via BB, semua saya coba jual, saya searching vendor tiap hari di twitter. Tinggal manusia saja yang tidak saya coba jual. Penjualan masih sepi. Masih banyak yang gk percaya kalau saya jualan. Soalnya, DP yang dipasang tidak tentu, kadang sandal, jam tangan, sampai akhirnya ketika saya lebih sering pamer sepatu dan kebetulan saya juga senang sama sepatu ketimbang barang lainnya. Mulai deh banyak yang memesan. Sampai-sampai saya sering di asosiasikan sebagai sepatu..hahaha
  1. Jangan terlalu banyak mengambil untung. Karena sekarang jaman informasi, konsumen mudah sekali mendapatkan info berapa harga sebenarnya dari barang yang anda jual. Bahkan bisa saja dia juga berubah menjadi penjual 1 menit sejak dia menawar barang anda, karena internet. Dan karena punya Blackberry juga. Menurut HK (hermawan kartajaya) sejatinya penjual lewat blackberry adalah trusted advisor atau konsultan belanja  yang dipercaya untuk mereka yang berteman dengan anda via BB dan merasa barang yang dijual oleh anda lebih up to date dari segi mode. Kebanyakan dari mereka setelah melihat catalog produk di grup, langsung bertanya “kira-kira yang mana bagus bosku?” :D

Jadilah yang dipercaya, sebagai seorang sahabat yang membantu temannya membelanjakan dengan tepat duit mereka untuk kebutuhan modenya.

Senin, 14 Mei 2012


Meski Kecil, bukan berarti tidak Perlu Strategi

Pasti kita semua sering mendengar cerita tentang semut mengalahkan gajah. Juga dalam permainan suit, jari kelingking yang di analogikan semut pasti menang bila bertemu dengan Ibu Jari yang analogikan Gajah. Loh kok bisa, katanya sih karena semut bisa masuk dalam telinga si gajah dan menggigit gendang telinga si gajah sampai minta ampun karena kesakitan J.
Jadi menurut saya, apapun itu jangan selalu dilihat berdasarkan ukuran apalagi dalam sebuah usaha atau bisnis. Meskipun usaha kita termasuk usaha kerocoan dengan modal dan pemasukan yang hanya untuk menyambung hidup dari hari ke hari pengggunakan strategi jangan di anggap sebelah mata.  Meskipun ada usaha saingan dengan modal yang lebih besar, jangan terlalu cepat berkecil hati. Saya sadar di negara kita ada sebuah paradigma yang sampai saat ini masih terasa yaitu Ilmu manajemen atau bisnis merupakan sebuah “hal yang keramat” untuk sebuah usaha kecil, mikro dan menengah. Bahkan ada yang berkata, “ah tidak usah pake begitu usaha ku jalan ji juga, na sa bisa ji juga beli mobil” hahahaha..iya..anggapan bahwa mereka adalah penjual sekaligus praktisi yang lebih mengetahui segala hal tentang bisnis dengan pengalaman sebagai guru terbesar mereka, sehingga akademisi yang hanya mempelajarinya di atas kertas di anggap hanya bermulut besar yang hanya pintar berteori.
Tapi bagaimanakah jika kedua keahlian tersebut digabungkan, para pengusaha UKM di Negara Kita Indonesia atau lebih khusus lagi di Kota tercinta Kendari yang kenyang pahit manis nya dunia usaha dapat dengan mudah berinteraksi dengan ilmu bisnis. Maka mimpi saya untuk melihat Kendari yang awalnya kota yang identik dengan PNS, menjadi sarang bagi para entrepreneur. “FROM BUREUCRACY CITY, TO THE CENTER OF BUSSINES AREA”.
Kebetulan di tangan saya ada 2 buku terkait strategi dalam menjual om dan tante sekalian. Yang pertama adalah buku manajemen strategis nya J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen yang memaparkan salah satu tulisannya michael porter dalam strategi bisnis, dalam tulisannya porter mengemukakan bahwa :
·         Jika pasar yang kita layani Besar atau dengan kata lain konsumen nya banyak, kita dapat menerapkan,
a.       Kepemimpinan Biaya, dimana kita punya fasilitas yang mendukung efisiensi waktu dan tenaga, pengurangan harga dan pengurangan biaya-biaya. Sehingga kita dapat menawarkan harga yang murah, jadi meskipun keuntungan atau margin yang kita peroleh untuk tiap unitnya tipis namun karena konsumen yang banyak. laba yang akan kita peroleh akan memuaskan.
b.      Differensiasi (Pembedaan) , dengan menciptakan sebuah jasa atau produk yang unik seperti citra rancangan, teknologi yang berbeda, ciri khas, jaringan kerja penyalur atau layanan konsumen. Jika kita telah berhasil dengan pembedaan tersebut maka kita dapat menentukan harga yang layak dengan keuntungan per unit yang memuaskan karena kita akan mendapatkan beberapa bahkan banyak konsumen yang loyal terhadap produk kita.
·         Jika pasar yang kita layani kecil atau dengan kata lain konsumen nya sedikit, hal yang  dapat kita lakukan adalah,
a.       Fokus Biaya, adalah mengabaikan yang lain yang belum jelas dengan melayani kelompok-kelompok pembeli tertentu. Ini didasarkan keyakinan bahwa perusahaan yang mengkonsentrasikan biaya dan upaya lainnya kepada sesuatu yang lebih sempit akan lebih efisien. Hal ini seperti jika kuliah beban SKS nya 24 yang selesai malah tidak sampe separuhnya, waktu diberi beban 12 SKS eh malas dapat A semua, hehehe.
b.      Fokus Differensiasi, hampir sama dengan fokus biaya tetap berkonsentrasi pada kelompok pembeli. Namun menurut porter target sasaran harus memiliki salah satu yaitu “melayani pembeli dengan kebutuhan yang tidak lazim atau cara produksi dan penyaluran yang berbeda dengan yang lain”. Seperti rokok “Sampoerna Hijau” yang membidik pemuda ndeso atau koboi kampung sebagai konsumen utamanya, jadi baik dari segi iklannya, rasa dan penyalurannya sangat mengarah kekampung’an, hehehe.

Yang satu lagi bukunya Om Hermawan Kartajaya dkk dengan tulisan depan Possitioning, Differentiation, Brand. Pria jangkung ini menekankan bahwa dalam berusaha sejatinya kita semua adalah sebuah brand atau merek. Meskipun usaha kita adalah jasa cukur, tetap kita akan mempunyai nama jasa cukur tersebut dan memperjuangkannya agar memenangi persaingan. Untuk itu hal-hal yang penting menurutnya dalam buku ini adalah :
a.       Possitioning, yaitu dalam berusaha kita seharusnya memberikan janji awal kepada konsumen, bahwa seperti apa usaha kita  dalam melayani mereka. Setelah menentukan target konsumen, kita perlu menjelaskan secara detail sebagai apa kita, seperti apa  nilai yang didapatkan konsumen ketika membeli produk kita. Seperti ketika XO Famili Karaoke Kendari yang memposisikan diri mereka sebagai tempat karaoke untuk keluarga dengan fasilitas yang pro nilai-nilai kekeluargaan jelas berbeda dengan tempat karaoke lain nya yang kemudian, passssss. Sukses.
b.      Differentiation,  setelah kita berjanji akan sebuah hal yang menggembirakan kepada konsumen karena nilai yang kita tawarkan, differensiasi ini akan membantu usaha anda dalam membangun keterikatan konsumen terhadap produk anda. Differensiasi adalah bagaimana kita memenuhi janji kepada konsumen. Pemenuhan janji itu dapat kita lakukan dengan memberikan perbedaan kualitas, layanan, cara pendistribusian, teknologi yang di gunakan dalam penawaran produk atau jasa kita dengan pesaing. Di Kendari Excelco cafe dapat dengan leluasa memberikan harga premium/cukup mahal untuk secangkir kopi, teh dan lainnya yang direspon baik oleh pasar karena kesanggupan mereka dalam menawarkan suasana lain dalam menikmati kopi, cara mereka melayani, dan desain interior yang mewah. Janji mereka untuk memberikan suasana mewah dalam menikmati waktu santai di pusat kota dapat di tepati dengan baik.
c.       Brand, kedua hal tersebut di atas adalah hal yang kita lakukan untuk membangun Brand atau merek meskipun kedua hal tersebut bukanlah satu-satunya cara. Dalam bahasa tradisionalnya, merek adalah dapat berarti sebuah nama, logo atau berbagai simbol lainnya untuk sebuah produk atau jasa. Namun, dalam buku ini lebih di artikan sebagai “Value Indicator” yaitu suatu ukuran yang menggambarkan seberapa kokoh dan solidnya nilai yang anda tawarkan ke pelanggan. Ingatlah ketika membeli sebuah motor, mengapakah ada yang membeli Yamaha, banyak yang mengatakan karena jaminan kualitasnya, harga jual kembali yang tinggi dan onderdil tidak mahal. Itulah nilai yang dimaksud. Adapula yang begitu greget membeli Honda dan suzuki atau bahkan Kawasaki Ninja. Padahal, sama-sama motor..Na sampe ji juga di tempat tujuan.
Kemudian, HK mengemukakan Inti dari kedua buku tersebut adalah untuk berhasil dalam bisnis bagaimana kita membedakan diri kita dengan para pesaing dengan memahami keberadaan kita yang hakiki, seperti sebuah pohon pisang meskipun tidak seindah bunga mawar tapi semua orang tahu bahwa selain memiliki buah yang enak seluruh bagian pohon pisang juga memiliki kegunaan yang bagus untuk manusia dan yang menjadi sifat spesial pohon pisang dan kemudian dijadikan salah satu falsafah yaitu sifat “pantang mati sebelum berbuah”. Bahkan kuman sekalipun dalam dunia ini memiliki peran tersendiri yang cukup penting J.

GANBATTE KUDASAI!!

Minggu, 29 April 2012



Membayangkan Kota ini tanpa Lockstock dan Blackbox

Melihat cara mereka membangun bisnis, meraih hati dan mempertahankan pelanggan, membentuk dan mendemostrasikan idealisme sampai ikut membangun pola pikir baru bagi sebagian anak muda Kendari yang menyadari, adalah sah bagi saya untuk melakukan Standing Aplaus sambil kayang (salah tulisannya mungkin J) untuk mereka.

Brand Toko yang mereka bangun dengan hati begitu kuat sehingga begitu berpengaruh terhadap pola pikir dan perilaku sebagian besar anak muda kota Kendari. Menurut beberapa ahli pemasaran bahwa brand yang kuat selain mempengaruhi perilaku pembelian juga mampu mempengaruhi perilaku dan pola pikir konsumennya.

Yang paling menarik bagi saya adalah pembentukan pola pikir. Bagaimana seandainya di Kendari ini tidak ada mereka berdua, berikut ini adalah hal-hal yang saya bangga bisa tuliskan :
  1. Penyakit Boyband yang sedang mewabahi industri musik tanah air saat ini mungkin bisa menghanyutkan selera musik sebagian besar dari teenagers Kendari dengan dampak ikutan berupa penyakit alay. Dengan adanya mereka, gejala itu bisa di redam. 97% persen dari anak nongkrong di Kedua Distro tersebut menolak keras musik tersebut, musik yang menjual fatamorgana dan ekspektasi yang berlebihan terhadap glamoritas selera Muda. Sebaliknya kiblat musik mereka lebih condong kepada musik yang lebih fight, realistis dan attitudies. preferensi musik mereka di selamatkan oleh seringai, endank soekamti, The S.I.G.I.T untuk kategori band lokal dan terlebih untuk musik luar (nda bisa disebutkan, kurang referensi J). Menurut saya, selera musik sangat mempengaruhi dalam kedewasaan bersikap, saya tegas untuk yang satu ini.
  2. Pembentukan pola pikir. Sejarah Distro yang dibesarkan oleh komunitas kreatif dengan pergerakan Underground menjadikan bahan cerita tongkrongan di kedua distro tersebut lebih “terseleksi” dari yang di ceritakan anak muda pada umumnya, orientasi pembicaraan terhadap fenomena yang terjadi pada dunia luar mengisi hampir 70% pembicaraan mereka seperti trend musik global, trend fashion global, trend budaya global bahkan politik global kadang di bahas. Informasi lebih update karena beriringan dengan era informasi digital dengan rata-rata kepemilikan gadget yang ready to online mengakibatkan informasi berlari kencang di antara interaksi mereka sehingga mempengaruhi cara berpikir dan cara memandang masalah yang sedang terjadi.  Sering dari mereka menjadi influencer bagi lingkungan sekolah  dan kuliah dimana mereka bersekolah atau kuliah. Pola pikir yang ikut berpengaruh terhadap cara berpakaian, cara berteman, pun cara menyelesaikan masalah.Semangat menjaga konsep dari kedua distro tersebut ikut berpengaruh dalam pembentukan pola pikir anak nongkrong nya. Sekedar menyampaikan realita bahwa ada sebagian distro yang memperkosa janji awal sebuah distro, hanya sekedar berbisnis. Meraup untung sebanyak-banyaknya tanpa memberikan output balik kepada anak muda kendari. Kontras yang dengan yang dilakukan oleh Lockstok dan BlackBox, selain menjadi pioner atau sekedar pendukung dalam berbagai kegiatan festival musik, acara skateboard dan berbagai kegiatan komunitas anak muda lain yang positif mereka juga tak henti-hentinya berkoar-koar tentang semangat kreativitas dan semangat ”Be You’re Self” .
  3.  Meredam sikap ANARKISME. Adalah sebuah impact lain yang dihasilkan dari interaksi anak nongkrong kedua Distro tersebut, meskipun kadang terjadi sebuah chaos dimasa lalu (hahaha) namun dibandingkan komunitas lain skala nya tergolong rendah. Paradigma berpikir bahwa masih banyak cara pelepasan energi dan ajang aktualisasi diri masa muda selain kontak fisik dan adu otot menjadikan anak nongkrong di kedua distro tersebut lebih memilih menyalurkan nafsu muda mereka kepada hal liar lain seperti bersepada santai bersama,  atau bersepeda di alam liar, bermusik, Skateboarding, hunting foto. Paradigma yang mereka adopsi dari daerah pulau jawa seperti Bandung dan Jogjakarta.
Selain itu masih banyak lagi hal positif lainnya yang di timbulkan kedua distro tersebut hanya saja keterbatasan analisis saya untuk merefleksikan ke dalam tulisan ini mohon di maafkan.

Tulisan ini adalah apresiasi sebagai seorang teman kepada dua petarung ini, semoga saja mereka tetap semangat menyelamatkan kaum muda kendari agar tetap liar, tidak loyo-loyo. Saya percaya mereka masih sanggup NAKAL sampai beberapa puluh tahun lagi, meskipun jika ada raja yang lebih besar mau main-main d Kota ini.

Apresiasi terhadap waktu yang mereka habiskan, pikiran yang mereka peras dan resiko yang mereka telan.

GANBATTE KUDASAI !!