Minggu, 15 Agustus 2010

INDUSTRI KREATIF KENDARI…BISA TIDAK???


Mulut cemat cemot matanya melotot, lihat bodi montok pikiranmu jorok….penggalan lirik yang sedang menjadi buah bibir seantero Indonesia ini booming akibat pekerjaan iseng oleh duo shinta n jojo yang meliphsing judul lagu keong racun kemudian diupload ke youtube yang kemudian di view lebih dari sejuta pengguna (mungkin wkwkwk). sebuah keisengan yang mendatangkan keuntungan ekonomis bagi banyak pihak baik itu pencipta lagu, penyanyi dan kemudian shinta n jojo sendiri. Berawal dari sikap individu kreatif, didukung oleh komunitas kreatif bertransformasi menjadi industri kreatif yang siap nyetak lembaran rupiah dengan jumlah yang banyak. Waooowww….


Di Kendari Bukan hal yang baru untuk didengar tentunya sob, berita tentang industry kreatif telah jauh-jauh hari memenuhi spot di sekitar lubang telinga kita. Sayangnya hal itu hanya sekedar menjadi wacana saja, belum memberi manfaat apa-apa, Cuma menumpuk seperti daki di sekitar telinga kita.
Pencanangan industri kreatif sebagai suatu entitas baru yang wajib dikembangkan pada sektor ekonomi oleh pemerintah ditahun 2008 didasari  asumsi bahwa anak manis ini bukan hanya sekedar akan mendongkrak tingkat  perekonomian nasional tapi juga akan menjawab tantangan lain seperti isu global warming, pemanfaatan energi terbarukan, deforestasi dan pengurangan emisi karbon, karena industri kreatif ini didasari semangat ramah lingkungan serta peningkatan nilai guna suatu barang atau jasa yang berasal dari kecerdasan intelektual sumber daya insani bangsa Indonesia. Fakta Yang paling mengesankan  adalah, bahwa industri kreatif ini sebagai pencipta lapangan pekerjaan di sektor yang baru dimana pelaku utamanya sekitar 50% lebih di nahkodai oleh anak muda di bawah usia 29 tahun.

Sejarah industri kreatif
Pada awal 1990, kota-kota di Inggris mengalami penurunan produktivitas dikarenakan beralihnya pusat-pusat industri dan manufaktur ke negara-negara berkembangyang menawarkan bahan baku, harga produksi dan jasa yang lebih murah. Menanggapi kondisi perekonomian yang terpuruk, calon perdana menteri Tony Blair dan New Labour Party menawarkan agenda pemerintahan yang bertujuan untuk memperbaiki moral dan kualitas hidup warga Inggris dan memastikan kepemimpinan Inggris dalam kompetisi dunia di milenium baru, salah satunya dengan mendirikan National Endowment for Science and the Art (NESTA) yang bertujuan untuk mendanai pengembangan bakat-bakat muda di Inggris.

Setelah menang dalam pemilihan umum 1997, Tony Blair sebagai Perdana Menteri Inggris melalui Department of Culture, Media and Sports (DCMS) membentuk Creative Industries Task Force yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kontribusi industri kreatif  terhadap perekonomian Inggris. Pada tahun 1998, DCMS mempublikasikan hasil pemetaan industri kreatif Inggris yang pertama, dimana industri kreatif didefinisikan sebagai: “those industries which have their origin in individual creativity, skill and talent, and which have a potential for wealth and job creation through the generation and exploitation of intellectual property and content”. Definisi DCMS ini selanjutnya banyak diadopsi oleh negara-negara lain, termasuk Indonesia.
Apakah definisi Industri kreatif ? industri kreatif adalah Industri yang berasal dari pemanfaatan kreatifitas, ketrampilan serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Apa saja yang termasuk kelompok Industri kreatif ?
1. Periklanan
2. Arsitektur
3. Pasar seni dan barang antik.
4. Kerajinan.
5. Desain
6. Desain Fesyen
7. Video, Film dan Fotografi
8. Permainan interaktif
9. Musik:
10. Seni Pertunjukan
11. Penerbitan & Percetakan :
12. Layanan Komputer dan piranti lunak.
13. Televisi & radio
14. Riset dan Pengembangan
Di Indonesia sendiri, Industri kreatif telah secara mandiri berjuang untuk dapat masuk dan menunjukkan eksistensinya di sektor ekonomi sejak akhir era orde baru pada waktu terjadinya krisis keuangan di negara ini, tepatnya di pulau jawa yang akhirnya memicu lahirnya beberapa bidang-bidang Industri kreatif salah satu diantaranya industri “CLOTHING” yang kemudian efek rantainya ikut membesarkan bisnis pendukung lainnya, terakhir yang paling anyar fenomena DISTRIBUTION STORE (DISTRO) yang ledakannya hingga saat ini sampai di Kota Kendari ini.

Bagaimana dengan  anda, mau ikut main…..atau sudah puas dengan menjadi penonton dan penikmat saja.????? Jujur saja tulisan ini keluar untuk memohon atau apalah kepada anda..agar KOTA ini juga mendapat pengakuan menjadi salah satu kota kreatif di Indonesia…semoga…


INDUSTRI KREATIF DI KENDARI, HAMBATAN & PELUANG.
Tempat kalian mendapatkan artikel ini, adalah salah satu contoh di Kendari yang merasakan keuntungan dari industri kreatif karena mampu berpikir dan bekerja secara kreatif pula. Berdiri sejak awal tahun 2005 hingga kini tahun 2010 menjadi trend icon of independent style anak muda kendari, begitulah persepsi saya tentang “lockstock indiestribution store” ini. Menurut banyak pakar ekonomi tidak mudah loh suatu entitas bisnis dapat survive hingga batas 4 tahun. Apalagi harus menjaga eksistensi idealisme ditengah kebutuhan akan keuntungan. Di rilis dan diperjuangkan seorang diri, Sekarang employer distro ini 4 orang(nda usahmi sebut nama tow….ceritanya..), bisa saja 2 tahun ke depan ada 10 orang yang akan membantu distro ini berjuang dalam persaingan di industri kreatif Indonesia. ckckck…
Tidak sampai disini, bisnis kreatif di kendari pun bisa dijumpai di mal mandonga…itu tu klo liat  anak-anak muda di basement yang badan nya penuh tatto yang senang ganggu cewek klo lewat….hehe…tapi Cuma sebatas iseng ji tawwa….wooo tapi klo mau bisa juga..he..he..jangan langsung divonis preman loh..mereka itu disana cari duit, cari duit lewat hobi mereka corat-coret tubuh orang (tatto red). Walaupun baru didirikan, tempat mereka sering juga dikunjungi pelanggan. Selain karena tatto ini termasuk baru di kendari, jadi mengundang rasa penasaran untuk coba-coba. Untuk jenis tatto disana ada yang temporer maksudnya bisa hilang seiring waktu jadi klo bikin nya gk pake ditusuk sama jarum..terus ada juga klo ada yang mau permanen…klo masalah hasil jgn disangsikan deh….datang dan buktikan…seetttt….

Adduhhh jatah halamannya tinggal sedikit….baru mau diceritakan satu-satu teman-teman yang ikut berjuang di jalur kreatif kota kendari..tak apalah, setidaknya anda sudah mendapatkan bayangan bagaimana kota kita dengan hubungan nya bersama industri kreatif. Jadi klo punya teman yang cerita ato baca2 berita yang menyinggung tentang industri kreatif, kamu juga bisa nimbrung-nimbrung cerita ato dibagi/ditambah apa yang kamu tahu. Kalo perlu jadi salah satu kadernya partai kreatif ini…upps politik lagi…gk lah ini gk da hubungannya dengan politik. Klo soal bisa ato tidaknya apa bedanya coba kalian dengan orang di jawa sana, apalagi akses informasi yang sangat memegang peranaan penting dalam ranah industri kreatif sudah mudah sekarang sob, hotspot ada dimana2, apalagi warnet sama mi penjual naskun. Tahambur …jadi kamu tinggal ngembangin apa yang menurut lo menjadi bakat lo…trus itu ngembangin nya harus sungguh2, tidak mudah menyerah, jangan dulu terlalu dipikirkan masalah profitnya yang penting lo berkreasi…haha…bicaramu cowo…gampang…nda urus…yang penting saya sudah beritahu…loh kok jadi sibuk sendiri..haha..

Iya, apa-apa hambatannya pasti ada. Disini bahan baku susah belum lagi mahal, klo mau buat baju ongkos jahitnya mahal, pokoknya banyak susahnya, belum budaya pikir “cicici…iyo ji yang kreatif” haha…nda tau budaya apa yah namanya yang seperti itu..mungkin budaya tidak mau maju..ditambah kondisi tidak dihargainya hasil cipta kreasi orang lain, pisang goreng saja kalo bisa dibajak, dibajak mungkin…wkwkwk..

Tapi jangan dengar begitu langsung patah semangat, ndak bangga kamu klo disebut sebagai orang pertama yang merilis industri gravity di Kendari misalnya…misalnya…kamu pernah dengar gk sejarah UNKL347 merek anyar clothingan di bandung, ngebayangin gk waktu mereka dulu susahnya meyakinkan Anak-anak muda bandung yang tengah demam produk Import bahwa pakaian buatan lokal gk kalah kualitas, brand image nya atau apalah yang berhubungan dengan kepuasan pelanggan dibandingkan pakaian buatan orang bule (import). Sekarang, ratusan orang telah menggantungkan dirinya dari perputaran bisnis clothingan ini..otomatis pemiliknya di panggil Bigbos…wawawa…
Oke bos ku….Atur waktumu (jangan menelpon terus…wkwkwk), berpikir kreatif, bekerja dengan keras, jangan pantang menyerah, hargai karya orang lain..berikanlah karya untuk dirimu, wecengmu, ortumu, teman mu dan bangsamu…dukung pengembangan Indonesia Kreatif 2025..

Mohon maaf kalo ada nama/ organisasi yang di catut dalam tulisan ini n isinya kurang berkenan…(cs)