“Pacaran apa ini, tidak ada komunikasi…putus saja ahh” itu
adalah sepenggal pesan singkat dari kisah asem ababil masa kini.
Bayangkan jika konsumen yang berkata demikian kepada seorang
pengusaha, kalau yang pacaran hatinya yang hancur lebur. Kalau pengusaha, toko
nya bisa runtuh. Keinginan seseorang untuk selalu terhubung dengan yang lain
merupakan salah satu kebutuhan dasar, agar tetap merasa nyaman sebagai seorang
makluk sosial. Begitu juga ketika
seseorang diposisikan sebagai konsumen, komunikasi yang baik tidak saja akan
memudahkan, tetapi juga akan membuat mereka merasa seperti manusia seutuhnya,
menjadi bagian dari usaha kita.
Dalam bukunya, Hermawan Kartajaya On Marketing Mix, bapak
marketing Indonesia ini berujar bahwa dalam marketing mix yang terdiri dari
aspek Produk, Harga, Promosi dan Distribusi, kita tidak hanya menawarkan produk
dengan kualitas yang baik dan harga yang bersahabat, tetapi harus memikirkan
taktik yang tepat dalam medistribusikan produk ke tangan konsumen dan
mengkomunikasikan produk kita.
Ada sebuah produk minuman tonik nasional dengan iklan yang
sangat bagus namun dan menarik namun dengan jalur distribusi yang kurang sigap menjadikan
produk tersebut jarang tersedia ditempat yang seharusnya always ready. Kampus, sekolah dan kios-kios kecil disekitar tempat
aktivitas anak muda perkotaan utamanya kendari, jarang didapatkan. Dan seingin
apapun konsumen terhadap produk tersebut, tidak akan ada yang rela mencarinya
ke beberapa penjuru kota karena masih ada merek lainnya. Iya kan.
Di jaman yang syarat kompetisi ini, setiap aspek tersebut
perlu diperhatikan sekali lagi untuk menghindari pertempuran harga, yang
berarti efisiensi cost produk. Dan tentulah merupakan hal yang rumit bagi industry
kecil.
