Minggu, 10 Februari 2013

Mamamia ------aneka kue dan gorengan kendari



Artikel kali ini sedikit berbeda, merupakan campuran dari curhat dan sharing. Saya pikir harus menulisnya karena jikalau ini berhasil akan mempunyai dua manfaat, yang pertama bagi diri sendiri sebagai dokumentasi kesuksesan dan bagi yang lain sebagai bahan referensi khususnya dalam merintis sebuah usaha kecil dengan mimpi yang besar, namun yang sedikit membuat malu adalah tulisan ini merupakan bagian dari kegalauan seorang yang sedang mencari jatidiri dan yang sedang mempertaruhkan keyakinan prinsipnya, ilmunya.
Saya juga sedang mempertaruhkan tabungan yang sebenarnya sangat sedikit untuk membuat usaha kecil yang diharapkan untuk menjadi besar. Saya ingin dan sedang membuka sebuah booth alumunium ukuran kurang lebih 4,5 M3 yang menjajakan aneka kue dan gorengan dan saya yakin (mudah-mudahan tidak berlebihan) akan memenangkan persaingan di antara competitor gorengan lainnya dan akan menjadi brand makanan yang franchise nya akan di beli (*asiikkk). Di akhir tahun 2013 ini, saya menargetkan akan memiliki 3 buah booth yang tersebar di Kota Kendari.

Saya mengatakan demikian karena menurut prinsip keilmuan saya (marketing) saya melihat peluang, yaitu penjual kue dan gorengan di Kota Kendari ini banyak, namun hanya ada beberapa saja yang menggunakan merek. Pengguna merek mayoritas itu sudah dalam skala besar  dengan tempat jualan yang sangat premium dan harga yang tentunya mahal, namun lagi ada kekurangan dalam mengelola merek karena mungkin merek bukan objek pokok yang ingin dikembangkan.

Inilah misi saya kawan-kawan, dengar kan baik-baik…..
Pertama Saya akan memberi arahan kepada manajer produksi saya (Ibu saya) untuk membuat kue dan gorengan yang kedaerahan, unik, dan kualitas bagus dan diantaranya sampai saat ini sudah coba saya jajakan yaitu Korket Kentang (best seller), lumpiah, Kandoang, tahu isi dan creps. Dengan alasan bahwa sebelum ini saya telah melakukan analisis pesaing dan mendapati salah satu grobak gorengan terlaris itu hanya menawarkan kue yang hambar dengan mencoba mengandalkan ukuran dan harga yang dimiliki pun relatif.



Kedua, saya akan memasang merek dan menyulap booth (grobak) saya seperti ala-ala booth franchise untuk membuat nya tampak berbeda dari yang lain (differentiation). Untuk menjaga citranya dan terus membedakannya, saya akan memperhatikan mulai dari kebersihan booth, menggunakan atribut khusus (saat ini saya sering menggunakan jaket merah dan topi merah jika menjual), sampai pelayanannya.
Ketiga, jangan lupa promosi. Karena usaha ini kecil saya menyesuaikan budget promo agar bisa lebih efektif dan efisien. Media nya yang pertama adalah lewat selembaran dan yang kedua adalah lewat jejaring social di internet. Mengingat media yang satu ini adalah media yang paling jago untuk memicu aktivitas work of mouth konsumen.

Meskipun, banyak mengalami tantangan dan kesulitan, namun saya selalu berusaha untuk menyemangati diri saya, bahwa sesuatu yang sukar itu memang dieperuntukkan buat lelaki sebagai sarana dalam menguatkan dirinya.

Cerita selanjutnya tentang strategi Segmentation, Targetting and Possitioning jualan saya. Oke, sementara saya berjuang, teman-teman yang mendoakan yah..:D. kalo sukses kita bagi bersama, ceritanya saya bagi ke kalian, keuntungannya buat saya…hahahah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

anda sopan kami santai