Kamis, 22 November 2012


Tuhan!! Jagalah orang-orang hebat itu..


Setelah tamat dari kuliah, seorang mahasiswa jurusan ekonomi manajemen pasti memimpikan untuk menjadi seorang owner bisnis tidak terkecuali saya. Meskipun saat ini telah mempunyai kerja dengan income yang pas untuk anak muda seukuran saya dan di kota saya, namun passion yang tidak pas menginginkan saya untuk resign dari pekerjaan saya ini.

Di antara sekian banyak rencana bisnis yang ada, prioritas jatuh pada bisnis virtual atau lebih tepatnya untuk membuat web direktori yang pada akhirnya akan menjadi konsultan pemasaran nomor 1 di Kota saya. Saya tau bahwa tantangan yang paling berat yang pertama di hadapi adalah komitmen dan dedikasi  terhadap cita-cita itu. Saya ingin membuat web direktori Kota Kendari yang didalamnya terdapat ulasan marketing untuk usaha kelas kecil, menengah dan atas yang pastinya untuk awalnya saya berikan gratis dan manuver-manuver lainnya dengan asas kerja bakti. Untuk membuatnya sangat baik, saya harus all out dan sepertinya harus mengorbankan pekerjaan lama, mengorbankan income yang cukup nyaman.

Untungnya Di tempat saya bekerja yang merupakan instansi pemerintah saya memiliki seorang sahabat muda yang punya semangat dan mimpi besar, dia selalu mengatakan”jangan mengukur segala sesuatu berdasarkan uang, meskipun penting, jangan takut bermimpi besar”. Dan saya begitu yakin apa yang menjadi cita-citanya akan terwujud, karena yang ia katakan adalah apa yang ia lakukan. Kemudian, atasan langsung saya, yang sebelum memutuskan mengabdi untuk bangsa adalah seorang marketing eksekutif di United Tracktor Indonesia. Karena tahu saya kuliah di ekonomi, dia sering sharing tentang marketing lalu menyodorkan sebuah buku karangan HK dkk yang berjudul  “36 kasus pemasaran asli Indonesia”, dan buku lain tentang atau ditulis oleh orang-orang hebat lainnya, sejak saat itu kecintaan saya kepada pemasaran tumbuh dan saya bangga tidak salah pilih fakultas untuk kuliah. Dia yang juga mentor saya selalu berkata “teruslah belajar”. Dan dia pun melakukan apa yang dikatakannya.

Sebelum menulis ini, saya bertemu seorang kenalan yang “sudah” menjalankan online news miiknya, juga seorang anak ekonomi yang setuju bahwa profit nomor dua, dia mempunyai semangat berbagi yang tinggi dan sekali lagi membuat saya tersenyum dalam hati. Sepulangnya dirumah, saya bertemu ibu saya juga sebelum menulis ini, yang kemarin paginya wanita bersia 45 tahun ini yang merupakan pensiunan swasta dan seorang single parents dengan semangat nya mempresentaskan proposal bisnisnya kepada saya. Betul-betul semangat yang luar biasa.

Syukurlah dalam masa yang bayak orang katakan jaman edan ini harapan akan sebuah kebaikan masih ada. Ibu saya, sahabat kantor saya, atasan langsung saya, owner news online itu, orang-orang yang saya berinteraksi dengannya lewat tulisan dan kisah hidup mereka, pak Hermawan K, Pak Dahlan Iskan, Pak Jokowi dan orang hebat lainnya yang tidak dapat saya sebutkan. Dengan maksud tidak mengkultuskan mereka karena tidak ada manusia sempurna di dunia, tapi semangat mereka setidaknya memberikan inspirasi dan harapan positif bagi kami yang muda-muda ini untuk membanggakan bangsa kita dan yakin akan ada di suatu hari dimana bangsa kita akan meraih kejayaan. Semoga tuhan selalu menjaga mereka dan diberi kebaikan.

"Artikel ini dalam rangka Lomba Blogging Marketeers"