Tuhan!! Jagalah orang-orang hebat itu..
Setelah tamat dari kuliah,
seorang mahasiswa jurusan ekonomi manajemen pasti memimpikan untuk menjadi
seorang owner bisnis tidak terkecuali saya. Meskipun saat ini telah mempunyai
kerja dengan income yang pas untuk anak muda seukuran saya dan di kota saya,
namun passion yang tidak pas menginginkan saya untuk resign dari pekerjaan saya ini.
Di antara sekian banyak rencana
bisnis yang ada, prioritas jatuh pada bisnis virtual atau lebih tepatnya untuk
membuat web direktori yang pada akhirnya akan menjadi konsultan pemasaran nomor
1 di Kota saya. Saya tau bahwa tantangan yang paling berat yang pertama di
hadapi adalah komitmen dan dedikasi
terhadap cita-cita itu. Saya ingin membuat web direktori Kota Kendari
yang didalamnya terdapat ulasan marketing untuk usaha kelas kecil, menengah dan
atas yang pastinya untuk awalnya saya berikan gratis dan manuver-manuver
lainnya dengan asas kerja bakti. Untuk membuatnya sangat baik, saya harus all out dan sepertinya harus mengorbankan
pekerjaan lama, mengorbankan income yang
cukup nyaman.
Untungnya Di tempat saya bekerja
yang merupakan instansi pemerintah saya memiliki seorang sahabat muda yang
punya semangat dan mimpi besar, dia selalu mengatakan”jangan mengukur segala
sesuatu berdasarkan uang, meskipun penting, jangan takut bermimpi besar”. Dan
saya begitu yakin apa yang menjadi cita-citanya akan terwujud, karena yang ia
katakan adalah apa yang ia lakukan. Kemudian, atasan langsung saya, yang
sebelum memutuskan mengabdi untuk bangsa adalah seorang marketing eksekutif di
United Tracktor Indonesia. Karena tahu saya kuliah di ekonomi, dia sering
sharing tentang marketing lalu menyodorkan sebuah buku karangan HK dkk yang
berjudul “36 kasus pemasaran asli
Indonesia”, dan buku lain tentang atau ditulis oleh orang-orang hebat lainnya,
sejak saat itu kecintaan saya kepada pemasaran tumbuh dan saya bangga tidak
salah pilih fakultas untuk kuliah. Dia yang juga mentor saya selalu berkata
“teruslah belajar”. Dan dia pun melakukan apa yang dikatakannya.
Sebelum menulis ini, saya bertemu
seorang kenalan yang “sudah” menjalankan online news miiknya, juga seorang anak
ekonomi yang setuju bahwa profit nomor dua, dia mempunyai semangat berbagi yang
tinggi dan sekali lagi membuat saya tersenyum dalam hati. Sepulangnya dirumah,
saya bertemu ibu saya juga sebelum menulis ini, yang kemarin paginya wanita
bersia 45 tahun ini yang merupakan pensiunan swasta dan seorang single parents
dengan semangat nya mempresentaskan proposal bisnisnya kepada saya. Betul-betul
semangat yang luar biasa.
Syukurlah dalam masa yang bayak
orang katakan jaman edan ini harapan akan sebuah kebaikan masih ada. Ibu saya,
sahabat kantor saya, atasan langsung saya, owner news online itu, orang-orang
yang saya berinteraksi dengannya lewat tulisan dan kisah hidup mereka, pak Hermawan
K, Pak Dahlan Iskan, Pak Jokowi dan orang hebat lainnya yang tidak dapat saya
sebutkan. Dengan maksud tidak mengkultuskan mereka karena tidak ada manusia
sempurna di dunia, tapi semangat mereka setidaknya memberikan inspirasi dan harapan
positif bagi kami yang muda-muda ini untuk membanggakan bangsa kita dan yakin akan
ada di suatu hari dimana bangsa kita akan meraih kejayaan. Semoga tuhan selalu
menjaga mereka dan diberi kebaikan.
"Artikel ini dalam rangka Lomba Blogging Marketeers"
