Sabtu, 15 Desember 2012
ACER yang mengerti anda
Notebook pertama yang saya miliki kala itu masuk dalam kategori barang spesial
buat saya karena untuk memilikinya, dibutuhkan pengorbanan yang besar dan berbagai
pertimbangan sebelum memutuskan merek apa yang akan dibeli. Untuk dapat duduk
di meja kerja saya, notebook itu harus masuk dalam kategori pembelian kredit
dalam kurun waktu 1 tahun.
Diantara berbagai merek dengan harga yang bervariasi saya memutuskan
untuk membeli notebook acer. Karena belum mengerti apa-apa mengenai marketing,
saya tidak mempersoalkan alasan mengapa saya membeli acer, saya menganggap hal
itu adalah alamiah. Tiga tahun lebih kemudian saya berniat mengganti notebook
saya dengan ukuran yang lebih besar dan kemampuan yang lebih baik, namun oleh seorang
kawan, saya di tawari laptop bekas miliknya yang masih memiliki kondisi sangat
layak dengan merek yang sama, ACER “lagi”. Merek yang sama tapi dengan
kesimpulan yang berbeda, itu bukan suatu kebetulan.
Disaat yang sama saya baru saja bertemu dan berbincang lama dengan salah
seorang sales wilayah ACER dan
mengatakan bahwa mereka telah mengklaim diri sebagai pemimpin pasar untuk pasar
computer jinjing di Indonesia, tidak terkecuali Sulawesi Tenggara dengan
competitor terdekat saat ini adalah TOSHIBA dan ASUS dan klaim itu diperkuat
oleh hasil survey dari international data corporation (IDC). Hasil yang wajar
mengingat keseriusan dan kerja keras ACER
dalam menggarap pasar di Indonesia.
Produk yang mengerti
anda
Untuk di Sulawesi Tenggara, ACER adalah produsen laptop pertama yang
mengirimkan salesnya yang berjumlah 1 orang bertugas untuk melaporkan
penjualan, mengawasi pergerakan competitor, melaporkan perilaku konsumen
penikmat teknologi dan berbagai kegiatan riset pemasaran lainnya. ACER mengerti
betul tentang kondisi medan perang nya di Indonesia ini yang dari sisi
geografis, demografis bahan geodemografis sangat majemuk, untuk itu pendekatan
per wilayah sangat di perhatikan, hasil laporan dari sales area yang dikirim
dalam format riset yang sudah di tentukan oleh ACER Indonesia kemudian di kaji
ebih lanjut oleh departemen riset dan pengembangan yang telah melakukan kontrak
kerja sama dengan ACER Indonesia, kemudian hasil riset dari berbagai daerah
tersebut di korelasikan untuk menarik kesimpulan tentang pola perilaku konsumen
utamanya.
Seperti ketika ACER meluncurkan notebook
seri tipis yaitu Aspire seri
S5, M5, dan V5 yang sering disebut sebagai “Slim Family”. Aspire S5 adalah
Ultrabook seri teratas dari Acer yang memiliki tubuh sangat ramping. Tebalnya
hanya 15 mm sehingga dinobatkan sebagai laptop tertipis di dunia pada acara
Consumer Electronic Show di Las Vegas, Januari lalu. Ultrabook ini menggunakan prosesor
Core-i generasi ketiga dari Intel yang populer dipanggil "Ivy
Bridge". Untuk mencapai performa maksimum, S5 pun dibekali dengan SSD
hingga 2 buah. Oleh Acer, S5 ditargetkan untuk kalangan eksekutif dan konsumen kelas atas dengan banderol sekitaran 15 jutaan. Untuk
seri M5 dengan daya tahan baterai yang tahan lama dan pemroses grafis terpisah
berupa NVIDIA GeForce GT640M diperuntukkan
bagi mereka yang sering berinteraksi dengan grafis dan membutuhkan performa
yang tinggi, banderol 8 jutaan dan terakhir V5 untuk pelajar dan mahasiswa
dengan kisaran 5 jutaan.
Peluncuran secara simultan seri notebook tipis dengan sasaran multi
segmen dengan harga yang afforadable
dapat di katakan adalah sebuah strategi yang lahir dari matang nya sebuah
riset. Untuk konsumen laptop khususnya Indonesia, sejatinya komputer jinjing
yang tipis merupakan sebuah harga mati. Dengan kondisi tubuh yang lebih kecil
dari rata-rata orang di dunia dan mobilitas tinggi tiga segmen tadi yaitu
eksekutif, profesionalis dan pelajar yang merupakan tiga target pasar terbesar.
Laptop yang ringan tapi memiliki kemampuan yang mumpuni merupakan jawaban dari
keinginan mereka, dan keinginan tersebut dapat di akomodir oleh ACER melalui
riset pelanggan yang berkesinambungan.
Selain kerjasama dengan lembaga riset penjualan dan pelanggan tersebut,
ACER Indonesia juga meng – outsourcing kan
tentang pendistribusian produk nya dan tidak terlalu mencampuri urusan tentang
pendistribusian dan penjualan tersebut. Dan salah satu mitra yang paling
diperhatikan adalah pemasok dalam hal ini intel dan microsoft, ACER selalu
mengeluarkan produk fresh yang selalu mendukung dan kompatibel dengan produk
baru yang dikeluarkan oleh kedua vendor tersebut seperti ketika Microsoft
merilis windows 8 maka acer langsung merilis ICONIA W510 sebuah tablet yang
dapat menyuguhkan keunggulan OS baru tersebut. Kerjasama dengan lembaga-lembaga
itu sering disebut Chanel Bussiness Model.
Yah, mengapa ACER seri aspire4743 ini nangkring di meja saya, buka
suatu kebetulan. Bagaimana dengan produk anda?
Rabu, 05 Desember 2012
Costumer Service yang always Ready and Always Finding
![]() |
| sumber : best-photography-courses.com |
Salah satu hal yang paling membahagiakan bagi orang
tua adalah melihat foto anaknya dalam moment kesuksesan. Begitu juga pada saat
saya di perintah ibu agar cepat-cepat mengambil cetakan foto wisuda saya disalah
satu foto studio Kota Kendari. Tiara foto Kendari adalah salah satu foto studio
dengan Brand Aware terbaik karena
harganya yang di bawah rata-rata, karena untuk “Jepret” nya (pengambilan
gambar) tidak dikenakan biaya, cukup membayar biaya pencucian foto saja.
Apa yang telah dilakukan oleh tiara foto merupakan
strategi pemasaran yang baik, strategi yang merupakan hasil pengamatan dan
penyesuaian terhadap pola perilaku konsumen dan kemajuan teknologi informasi.
Pola perilaku yang dimaksud adalah makin banyaknya anak muda yang ternyata merupakan
salah satu kelompok umur terbanyak yang keluar masuk foto studio telah banyak
memiliki sendiri kamera dengan spesifikasi tidak kalah dengan yang dimiliki
foto studio, soal pencahayaan dapat di mainkan di software editing hingga akan
menghasilkan kualitas gambar yang baik. Ini ditandai dengan terbentuknya
komunitas fotogarafi anak muda di Kota Lulo. Kemajuan teknologi informasi
dengan media social sebagai senjata
utamanya ikut mempengaruhi perilaku lewat pertukaran informasi mengenai
spesifikasi kamera dan trik khusus pengambilan dan editing foto. Sehingga yang
akan membedakan konsumen dengan studio foto hanya pada alat cetak.
Setelah konfirmasi kepada sang pengambil gambar di
lantai dua, saya di arahkan untuk mengambil foto dan file berupa keeping CD di
lantai bawah, begitu turun tangga saya
melihat papan petunjuk yang mengarahkan tempat pengambilan foto di
bagian belakang, waow tata letak toko yang tidak biasa, nyaman dan memudahkan
dengan beberapa kursi alumunium untuk yang akan menunggu hasil cetakannya.
Setelah mengambil hasil cetakan foto dengan membayar dengan harga yang
melegakan, saya kemudian diarahkan untuk mengambil file CD ke costumer service
yang di depan toko sambil diberikan tanda bukti pengambilannya. Setelah ke
depan saya kemudian agak bingung, ada empat gadis yang sedang mengerjakan
editing foto dengan masing-masing pelanggan disampingnya dan tidak mungkin
untuk di ganggu dan di tengah ada meja costumer service yang kosong. Saya duduk
sambil menunggu dan cukup lama, hingga hampir kesal. Tiba-tiba saya dihampiri
seseorang yang bertanya “ada apa bos?”, sambil agak bingung saya kemudian sadar
bahwa dia adalah sang costumer service yang mirip costumer. “saya minta CD mas,
sambil menyerahkan tanda bukti pengambilannya.
Menurut saya strategi harga dan penyusunan tata
letak toko di tiara foto adalah sebuah strategi yang cerdas dan merupakan salah
satu pelopor dalam penerapan strategi di bidang bisnis cetak foto. Usaha itu
kemudian membawa nama tiara foto dikenal
dimana-dimana, saya sendiri mengenal nya melalui work of mouth, namun yang menjadi point penting bahwa bisnis cetak
foto ini sesungguhnya adalah salah satu bisnis dimana interaksi antara produsen
dan konsumen sangat tinggi. Ketika ingin mengedit foto, konsumen dengan
berapi-api mengikuti dan menunggui secara seksama proses pengeditan foto, tidak
jarang ada sebagian yang bertingkah sedikit menyebalkan. Begitu juga ketika
dalam sesi pengambilan gambar, interaksi dua arah kerap terjadi, ketika
fotografer mengarahkan terkadang costumer memberi pendapat terakait keinginan
mereka dan sebagian agak sulit mendemostrasikan instruksi fotografer. Hal yang
sama juga terjadi pada tempat pegambilan foto dan CD juga penjualan aksesoris
lainnya yang membutuhkan perhatian lebih oleh pengelola. Costumer service yang
selalu tersedia dan gampang di ketemukan oleh pelanggan dengan kemampuan
komunikasi yang baik akan makin membantu citra tiara foto studio sebagai foto
studio paling handal di Kendari, oleh karena itu selain melatih kemampuan
komunikasi Costumer Service, pemberian ID card atau seragam khusus merupakan
hal yang harus diperhatikan pengelola tiara foto. Agar ujung tombak bisnis anda
always on and always finding.
Langganan:
Komentar (Atom)

