Notebook pertama yang saya miliki kala itu masuk dalam kategori barang spesial
buat saya karena untuk memilikinya, dibutuhkan pengorbanan yang besar dan berbagai
pertimbangan sebelum memutuskan merek apa yang akan dibeli. Untuk dapat duduk
di meja kerja saya, notebook itu harus masuk dalam kategori pembelian kredit
dalam kurun waktu 1 tahun.
Diantara berbagai merek dengan harga yang bervariasi saya memutuskan
untuk membeli notebook acer. Karena belum mengerti apa-apa mengenai marketing,
saya tidak mempersoalkan alasan mengapa saya membeli acer, saya menganggap hal
itu adalah alamiah. Tiga tahun lebih kemudian saya berniat mengganti notebook
saya dengan ukuran yang lebih besar dan kemampuan yang lebih baik, namun oleh seorang
kawan, saya di tawari laptop bekas miliknya yang masih memiliki kondisi sangat
layak dengan merek yang sama, ACER “lagi”. Merek yang sama tapi dengan
kesimpulan yang berbeda, itu bukan suatu kebetulan.
Disaat yang sama saya baru saja bertemu dan berbincang lama dengan salah
seorang sales wilayah ACER dan
mengatakan bahwa mereka telah mengklaim diri sebagai pemimpin pasar untuk pasar
computer jinjing di Indonesia, tidak terkecuali Sulawesi Tenggara dengan
competitor terdekat saat ini adalah TOSHIBA dan ASUS dan klaim itu diperkuat
oleh hasil survey dari international data corporation (IDC). Hasil yang wajar
mengingat keseriusan dan kerja keras ACER
dalam menggarap pasar di Indonesia.
Produk yang mengerti
anda
Untuk di Sulawesi Tenggara, ACER adalah produsen laptop pertama yang
mengirimkan salesnya yang berjumlah 1 orang bertugas untuk melaporkan
penjualan, mengawasi pergerakan competitor, melaporkan perilaku konsumen
penikmat teknologi dan berbagai kegiatan riset pemasaran lainnya. ACER mengerti
betul tentang kondisi medan perang nya di Indonesia ini yang dari sisi
geografis, demografis bahan geodemografis sangat majemuk, untuk itu pendekatan
per wilayah sangat di perhatikan, hasil laporan dari sales area yang dikirim
dalam format riset yang sudah di tentukan oleh ACER Indonesia kemudian di kaji
ebih lanjut oleh departemen riset dan pengembangan yang telah melakukan kontrak
kerja sama dengan ACER Indonesia, kemudian hasil riset dari berbagai daerah
tersebut di korelasikan untuk menarik kesimpulan tentang pola perilaku konsumen
utamanya.
Seperti ketika ACER meluncurkan notebook
seri tipis yaitu Aspire seri
S5, M5, dan V5 yang sering disebut sebagai “Slim Family”. Aspire S5 adalah
Ultrabook seri teratas dari Acer yang memiliki tubuh sangat ramping. Tebalnya
hanya 15 mm sehingga dinobatkan sebagai laptop tertipis di dunia pada acara
Consumer Electronic Show di Las Vegas, Januari lalu. Ultrabook ini menggunakan prosesor
Core-i generasi ketiga dari Intel yang populer dipanggil "Ivy
Bridge". Untuk mencapai performa maksimum, S5 pun dibekali dengan SSD
hingga 2 buah. Oleh Acer, S5 ditargetkan untuk kalangan eksekutif dan konsumen kelas atas dengan banderol sekitaran 15 jutaan. Untuk
seri M5 dengan daya tahan baterai yang tahan lama dan pemroses grafis terpisah
berupa NVIDIA GeForce GT640M diperuntukkan
bagi mereka yang sering berinteraksi dengan grafis dan membutuhkan performa
yang tinggi, banderol 8 jutaan dan terakhir V5 untuk pelajar dan mahasiswa
dengan kisaran 5 jutaan.
Peluncuran secara simultan seri notebook tipis dengan sasaran multi
segmen dengan harga yang afforadable
dapat di katakan adalah sebuah strategi yang lahir dari matang nya sebuah
riset. Untuk konsumen laptop khususnya Indonesia, sejatinya komputer jinjing
yang tipis merupakan sebuah harga mati. Dengan kondisi tubuh yang lebih kecil
dari rata-rata orang di dunia dan mobilitas tinggi tiga segmen tadi yaitu
eksekutif, profesionalis dan pelajar yang merupakan tiga target pasar terbesar.
Laptop yang ringan tapi memiliki kemampuan yang mumpuni merupakan jawaban dari
keinginan mereka, dan keinginan tersebut dapat di akomodir oleh ACER melalui
riset pelanggan yang berkesinambungan.
Selain kerjasama dengan lembaga riset penjualan dan pelanggan tersebut,
ACER Indonesia juga meng – outsourcing kan
tentang pendistribusian produk nya dan tidak terlalu mencampuri urusan tentang
pendistribusian dan penjualan tersebut. Dan salah satu mitra yang paling
diperhatikan adalah pemasok dalam hal ini intel dan microsoft, ACER selalu
mengeluarkan produk fresh yang selalu mendukung dan kompatibel dengan produk
baru yang dikeluarkan oleh kedua vendor tersebut seperti ketika Microsoft
merilis windows 8 maka acer langsung merilis ICONIA W510 sebuah tablet yang
dapat menyuguhkan keunggulan OS baru tersebut. Kerjasama dengan lembaga-lembaga
itu sering disebut Chanel Bussiness Model.
Yah, mengapa ACER seri aspire4743 ini nangkring di meja saya, buka
suatu kebetulan. Bagaimana dengan produk anda?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
anda sopan kami santai